Mobil Lisrik Indonesia
Sejarah Mobil Listrik
Mobil Listrik pertama kali diproduksi oleh
Flocken Elektrowagen
pada tahun 1888, sudah 125 tahun lebih!, yang kemudian mulai
dipopulerkan lagi pada abad ke 20 namun tidak berkembang karena kurang
diminati pasar. Kemudian di abad ke 21 sejak tahun 2008 yang dilatar
belakangi oleh krisis minyak dan gas banyak perusahaan mulai
mengembangkan lagi mobil elektrik dengan varian yang semakin banyak.
Teknologi Mobil Listrik

Tujuan
penting untuk kendaraan listrik adalah mengatasi perbedaan antara biaya
pengembangan, biaya produksi, dan biaya operasional, sehubungan dengan
pemutakhiran teknologi keseimbangan pembakaran dalam mesin. Mobil
listrik dibuat dengan mengkonversi mobil bertenaga bensin yang berarti
bensin digantikan dengan batere, mesin mobil bensin digantikan dengan
motor listrik. Gambaran sederhananya adalah anda bisa lihat mobilan
remote control, hanya saja untuk sebuah mobil listrik dengan daya beban
1000 kali lipat membutuhkan kapasitas energi listrik yang cukup besar
berikut pengendalian arus listrik sekitar 15 kilo watt (20 hp).
Untuk mobil listrik super cepat (160 km/jam) dibutuhkan daya listrik
220 kW, dan memiliki transmisi 2 level kecepatan untuk memaksimalkan top
speed sehingga untuk mencapai kecepatan 100 km/jam memerlukan waktu
sekitar 3.7 detik.
Saat ini Volvo juga sedang mengembangkan mobil listrik dengan body
mobil yang dapat menyimpan energi listrik. Dalam hal lainnya, kita juga
bisa memodifikasi atap mobil dan kap mobil menggunakan semacam panel
surya untuk me recharge listrik sembari jalan atau diparkiran. Cocok
untuk jenis kendaraan bus umum!

Kebanyakan
mobil listrik telah menggunakan kopling konduktif untuk memasok
pengisian listrik. Disamping itu, keamanan untuk korsleting listrik dan
kebakaran juga sangat diperlukan terutama korsleting akibat salah fungsi
internal. Misal menggunakan baterai Lithium Ion (Li-On) yang jika lama
kelamaan menimbulkan panas tentu dalam hal ekstrim dapat menimbulkan
kebakaran pada mobil listrik, oleh karena itu beberapa teknologi batere
untuk mobil listrik tetap terus dikembangkan, antara lain menggunakan
material batu alami kyanite yang dapat menahan panas ekstrim.
Baterai yang banyak digunakan pada mobil listrik adalah jenis Lead
Acid yang dapat bertahan 3 sampai 4 tahun, namun tetap yang terbaik
untuk performance mobil elektrik adalah menggunakan Lithium Ion hanya
saja harganya jauh lebih mahal.
Sistem rem pada mobil listrik memanfaatkan momentum motor penggerak
yang juga berguna untuk mengisi ulang baterai, teknik ini disebut
sebagai “regenerasi sistem rem” yang dapat menambah jarak tempuh sebesar
15%.
Biaya menggunakan mobil listrik jauh lebih hemat ketimbang memakai
bahan bakar minyak bensin, jika menggunakan mobil bensin kita dapat
mencapai Rp. 1000 per kilo meter, dengan mobil listrik sekitar Rp. 500
per kilo meter bahkan di prediksi di tahun 2020 biaya per kilo meter Rp.
250.
3. Perkembangan Mobil Listrik
Mobil listrik tercepat saat ini dikembangkan oleh Tesla Motor melalui
Tesla Tipe S yang dapat mencapai kecepatan 178 km/jam dalam waktu 12
detik. Pengembangan mobil listrik lebih banyak pada hal energi, baik itu
dalam hal kapasitas penampungan batere maupun sumber energi campuran
seperti menggunakan tenaga surya.
Dalam hal perkembangan mobil listrik, saat ini mobil listrik di
beberapa belahan dunia sudah dapat digunakan untuk di jalan tol. Di
tahun 2013 ini di prediksi mobil listrik yang terjual sudah mencapai
jutaan unit, dan di tahun 2020 di prediksi 90% mobil dijalanan adalah
mobil elektrik.
Saat ini salah satu perusahaan di Indonesia yang bernama
Nusantara Mobil sudah
memulai penjualan ekspor untuk mobil listrik dengan harga kisaran
rata-rata USD 10.000 (sekitar Rp. 120.000.000,- sebelum biaya kirim).
Mobil ini diberi nama “Mini Coupe Smart Car”. Mungkin untuk yang tinggal
di Jakarta pernah melihat mobil seperti ini di jalan tol sedang
test-drive.
Perkembangan terakhir pada mobil listrik adalah pada hal super kapasitor dan teknologi penyimpanan
flywheel yang menitik beratkan pada kapasitas penyimpanan, penggunaan voltase yang lebih rendah, dan kecepatan isi ulang batere (
charging)
Suku Cadang Mobil Listrik
Mobil listrik memiliki baterai mahal yang harus diganti tetapi
sebaliknya biaya pemeliharaan tgergolong sangat rendah, terutama dalam
hal desain berbasis baterai lithium saat ini.
Kebanyakan spare part mobil listrik selain dalam hal yang berkaitan
dengan baterai penyimpanan listrik hampir sama dengan mobil lainnya,
berikut beberapa suku cadang mobil listrik:
- AC Motor
- AC Controller
- Baldor
- DC Motor
- AC dan DC Controller
- Penyeimbang Voltase
- Charger Baterai
- Monitor Baterai
- Konverter (AC – DC, DC – DC)
- 12 Volt Radiator Kits
- Dan berbagai Komponen Kabel (proyek mobil listrik hampir bisa
dibilang proyek batere dan kabel, disini terdapat peluang usaha untuk
para pengusaha penyedia kabel )
Stasiun Pengisian Mobil Listrik
gambar dari: wikipedia, teslamotor
Berdasarkan
pengembangan dari perusahaan Tesla, untuk mengisi listrik ke batere
mobil mewah Tesla model S secara “full tank” dibutuhkan waktu 90 detik,
ini lebih cepat 2x lipat ketimbang pengisian BBM. Stasiun pengisian
mobil listrik dapat ditempatkan di parkiran pusat perbelanjaan, parkiran
kantor, komplek perumahan dan di rest area jalan tol, karena tidak
memerlukan perangkat yang besar seperti di pom bensin.
Selain hemat energi dan biaya, mobil listrik juga menguntungkan
lingkungan sehingga untuk orang yang belum memiliki mobil juga tidak
terkena imbas akibat kita bisa beli mobil. Disini sangat sesuai dengan
asas “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”
Demikian 5 hal tentang mobil listrik di Indonesia, sangat tepat
kebijakan pemerintah untuk menghapus subsidi BBM terutama untuk
Kendaraan Roda 4 Pribadi di kota besar yang mana hanya digunakan untuk
bermacet-macet di jalan.